LOGIKA MISTIKA DAN BAHAYA TAKHAYUL DALAM DUNIA DIGITAL: REKONSTRUKSI METODE CERAMAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

Akhmad Ilman Nafia, Rahmat Haryadi, Sa’adi Sa’adi

Abstract


Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi storytelling yang digunakan Ferry Irwandi dalam video YouTube berjudul “Membongkar Kebohongan Santet dan Indigo” serta merumuskan implikasinya bagi pengembangan metode ceramah PAI di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis konten. Data diperoleh melalui observasi video, analisis transkrip narasi, serta telaah respons audiens pada kolom komentar. Analisis dilakukan menggunakan tiga perspektif teoritis, yaitu Retorika Aristoteles, Dramatisme Kenneth Burke, dan Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML) Richard E. Mayer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pesan Ferry Irwandi dibangun melalui sinergi antara ethos, pathos, dan logos yang menghasilkan komunikasi persuasif berbasis bukti. Dari perspektif dramatistik Burke, video tersebut merepresentasikan proses negation, hierarchy, guilt, dan redemption yang berfungsi mendemistifikasi praktik takhayul yang disebabkan oleh kepercayaan kekuatan benda ghoib (logika mistika) sekaligus membangun kesadaran sosial yang lebih rasional. Sementara itu, penerapan prinsip-prinsip CTML terlihat pada penggunaan elemen visual, audio, dan narasi yang terintegrasi sehingga mempermudah pemrosesan informasi dan meningkatkan keterlibatan audiens. Temuan penelitian menunjukkan bahwa storytelling berbasis nalar kritis dan penguatan tauhid memiliki potensi besar untuk direkonstruksi sebagai strategi Metode Ceramah PAI melalui penerapan Project-Based Learning, digital storytelling, dan diskusi kritis. Dengan demikian, Metode Ceramah Pembelajran PAI dapat bertransformasi menjadi lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan dalam menghadapi logika mistika siswa dan ancaman takhayul di era disrupsi digital.

Keywords


metode ceramah; storytelling digital; Pendidikan Agama Islam; logika mistika; takhayul.

References


Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the metaphysics of Islam: An exposition of the fundamental elements of the worldview of Islam. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Abdullah al – Fauzan, Shalih bin fauzan bin. 2006. Kitab Tauhid ed. 1. terj; Agus Hasan Basho.

Amani, N. R., dan Shobahiya, M. (2025). Integration of Technology in Islamic Education Learning at Al Hadi Islamic Middle School in the Academic Year of 2024/2025. Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam.

Anderson, L. W., dan Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. Longman.

Aristotle. (2007). On Rhetoric: A Theory of Civic Discourse (2nd ed.). Oxford University Press.

Az-zahrah, N., dan Ginting, R. F. (2025). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Society 5.0: Tantangan dan Peluang. Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah.

Bell, S. (2010). Project-Based Learning for the 21st Century: Skills for the Future. The Clearing House, 83(2), 39–43.

Burke, K. (1969). A Grammar of Motives. University of California Press.

Burke, K. (1973). The Philosophy of Literary Form: Studies in Symbolic Action (3rd ed.). University of California Press.

Campbell, H. A. (2013). Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds. Routledge.

Clark, R. C., dan Mayer, R. E. (2016). E-Learning and the Science of Instruction: Proven Guidelines for Consumers and Designers of Multimedia Learning (4th ed.). Wiley.

Creswell, J. W., dan Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Sage Publications.

Denzin, N. K. (2017). The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods. Routledge.

Ferry Irwandi. (2024, November 4). Membongkar kebohongan Santet & Indigo [Video]. https://www.youtube.com/watch?v=9XmYUUNcwAw

Hall, S. (1980). Encoding/Decoding. In S. Hall, D. Hobson, A. Lowe, dan P. Willis (Eds.), Culture, Media, Language (pp. 128–138). Hutchinson.

Hoover, S. M. (2016). The Media and Religious Authority. Penn State University Press.

Ibn Kathir, I. (2000). Tafsir al-Qur'an al-'Azim. Dar Tayyibah.

Irma. (2025). Peran Teknologi Augmented Reality dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.

Krippendorff, K. (2019). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). Sage Publications.

Malaka, Tan. (1987). Muslihat Politik Renjana Ekonomi Berjuang. Jakarta : Yayasan Massa

Mayer, R. E. (2021). Multimedia Learning (3rd ed.). Cambridge University Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., dan Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Moreno, R., dan Mayer, R. E. (2007). Interactive Multimodal Learning Environments. Educational Psychology Review, 19(3), 309–326.

Nasrullah, R. (2021). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Nuryudi, dan Maryam, S. (2023). Pengaruh Kompetensi Literasi Digital Siswa terhadap Efektivitas Pendidikan Karakter Islami di Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Pendidikan Karakter.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research dan Evaluation Methods (4th ed.). Sage Publications.

Paul, R., dan Elder, L. (2020). The Miniature Guide to Critical Thinking: Concepts and Tools. Foundation for Critical Thinking.

Quraish Shihab, M. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur'an. Lentera Hati.

Robin, B. R. (2008). Digital Storytelling: A Powerful Technology Tool for the 21st Century Classroom. Theory Into Practice, 47(3), 220–228.

Shermer, M. (2011). The Believing Brain: From Ghosts and Gods to Politics and Conspiracies. Times Books.

Supriyatno, T., dan Salamah, U. (2020). Pendidikan Agama Islam di Era Digital. (Sesuaikan dengan sumber asli yang digunakan).

Sweller, J., Ayres, P., dan Kalyuga, S. (2011). Cognitive Load Theory. Springer.

Thomas, J. W. (2000). A Review of Research on Project-Based Learning. Autodesk Foundation.

Widodo, H. (2021). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) di Era Digital. Jurnal Pendidikan Islam.




DOI: https://doi.org/10.61689/inspirasi.v10i01.1201

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.