Pelaksanaan Mentoring Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa Kelas X Di Sma Negeri 3 Boyolali Tahun Ajaran 2015/2016

Badrus Zaman

Abstract


Abstrak

Rendahnya kecerdasan spiritual siswa meng­akibatkan fanatisme berlebihan, keyakinan yang lemah, mudah kehilangan kendali diri dan mudah melakukan penyimpangan terhadap sikap keberagamaan dan sosial. Pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler rohis diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagai­mana pelaksanaan mentoring ekstra­kurikuler Rohis, faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis, dan untuk mengetahui output pe­laksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis terhadap peningkatan kecerdasan spiritual siswa kelas X di SMA Negeri 3 Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dilaksanakan di SMA Negeri 3 Boyolali pada bulan 06 April 2015-14 Januari 2016. Subjek penelitian ini adalah pembina Rohis SMA Negeri 3 Boyolali. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah dan pengurus Rohis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, do­ku­mentasi, dan wawancara. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Teknik analisisnya menggunakan model analisis data interaktif, tahap yang di­tempuh yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis siswa kelas X di SMA Negeri 3 Boyolali sudah sejak tahun 2000. Mentoring Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) dilaksanakan secara rutin setiap


hari senin setelah selesai kegiatan belajar mengajar (KBM). Proses mentoring biasanya dilakukan dengan menyampaikan materi dengan media dan aplikasi pembelajaran. Dalam pelaksanaannya kegiatan mentoring ekstrakurikuler Rohis menggunakan tiga pendekatan, yaitu Pendekatan Rasional, Emosional, dan Keteladanan. Evaluasi yang digunakan dalam mentoring ekstrakurikuler Rohis menggunakan tes tertulis, tes lisan dan praktikum. Faktor peng­hambat yaitu Proses regenerasi pengurus Rohis yang terlalu cepat, persamaan waktu kegiatan Rohis dengan kegiatan ektrakurikuler lain, Ditahap awal mentoring ekstra­kurikuler Rohis peserta mentoring Rohis siswa-siswi kelas X yang memiliki kecerdasan spiritual rendah banyak yg melakukan penyimpangan. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu Sarana dan prasarana, dana kegiatan Rohis, dan izin kegiatan Rohis. Out Put pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis adalah siswa meningkat kecerdasan spiritualnya dengan ciri-ciri yang dapat terlihat yaitu merasa kehadiran Allah, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, rendah hati, ikhlas dan sabar.

Kata Kunci:          mentoring; ekstrakurikuler Rohis; kecerdasan spiritual

 

The low spiritual intelligence of students resulting in excessive fanaticism, weak beliefs, easy loss of self-control and easy to deviate from religious and social attitudes. Implementation of Rohis Extracurricular Mentoring is expected to improve the Spiritual Intelligence of X Class Students in SMA Negeri 3 Boyolali Academic Year 2015/2016. This research was conducted to find out how the execution of Rohis extracurricular mentoring, inhibiting factors and supporting the execution of Rohis extracurricular mentoring, and to know Out Put the execution of Rohis extracurricular mentoring to the improvement of spiritual intelligence of X class student in SMA Negeri 3 Boyolali Lesson Year 2015/2016. This research uses descriptive qualitative research type, implemented in SMA Negeri 3 Boyolali on April 06, 2015-14 January 2016. The subject of this research is builder Rohis SMA Negeri 3 Boyolali. The informant of this research is principal and Rohis management. The method used in this research is observation, documentation, and interview. To check the validity of data using source triangulation techniques. Analysis technique using interactive data analysis model, the steps taken are data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that the implementation of mentoring extracurricular Rohis X class students in SMA Negeri 3 Boyolali has been since 2000. Mentoring Extracurricular Spiritual Islam (Rohis) carried out regularly every Monday after completion of teaching and learning activities (KBM). The mentoring process is usually done by conveying material with media and instructional applications. In the execution of extracurricular mentoring activities Rohis uses three approaches, namely Rational Approach, Emotional, and Exemplary. The evaluation used in Rohis extracurricular mentoring uses written tests, oral and practicum tests. The inhibiting factor is the regeneration process of Rohis executive who is too fast, the equation of activity of Rohis with other ektrakurikuler activity, Initial mentoring extracurricular Rohis participants mentoring Rohis class X students who have low spiritual intelligence many who do deviation. While the supporting factors are facilities and infrastructure, funds Rohis activities, and permission Rohis activities. Out Put the execution of extracurricular mentoring Rohis is the student's increased spiritual intelligence with visible traits of feeling the presence of God, possessing a high level of consciousness, humble, sincere and patient.


Keywords


mentoring; extracurricular Rohis; spiritual intelligence

Full Text:

PDF

References


Abd. Wahab dan Umiarso. 2011. Kepemimpinan Pendidikan dan Kecerdasan Spiritual. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Ahadiyah. 2007. Sepetik Kata Bernama Mentoring, w.w.w.psdsms.co.id.

Anshari. 1996. Kamus Psikologi. Surabaya: Usaha Nasional.

Ary Ginanjar Agustian. 2005. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ Emotional Spiritual Quotient: Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Jakarta: Arga Wijaya Persada.

__________. 2003. ESQ POWER Sebuah Inner Journey Melalui Al-Ihsan. Jakarta: Arga.

Chaplin, JP. Dictionary of Psychology, terj. Kartini Kartono. 1999. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Pers.

Dadang Hawari. 2004. Al-Qur’an Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa.

Danah Zohar dan Ian Marshall. 2001. SQ: Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan. Bandung: Mizan

__________. 2005. Spiritual Capital: Memberdayakan SC di Dunia Bisnis. terj. Helmi Mustofa. Bandung: Mizan.

Departemen Agama R.I. 2004. Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum dan Madrasah; Panduan Untuk Guru dan Siswa. Jakarta: Depag RI.

Desmita. 2010. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hendrawan Sanerya. 2009. Spiritual Management from Personal Enlighten¬ment toward God Corporate Governance, Bandung: Mizan.

Kemenag. 2015. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Semarang: Toha Putra

Koesmarwanti, dan Nugroho Widiyantoro. 2000. Dakwah Sekolah di Era Baru. Solo: Era Inter Media.

M. Quraish Shihab. 2006. Dia Dimana-mana “Tangan†Tuhan dibalik Setiap Fenomena. Jakarta: Lentera Hati.

Monty P. Satiadarma & Fidelis E. Waruwu. 2003. Mendidik Kecerdasan Pedoman Bagi Orang tua dan Guru dalam Mendidik Anak Cerdas. Jakarta: Pustaka Populer Obor.

Muhammad Uzer Usman dan Lilis Setiawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remadja Rosdakarya.

Munadir. 2001. Kunci Sukses Meningkatkan Kecerdasan Anak. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurul Khikmawati. 2007. Pengembangan Kecerdasan Emosi dan Spiritual pada Anak Studi Al-Qur’an Analisis Surat Luqman ayat 13-19. Yogyakarta: Jurusan Kependidikan Islam, Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Oemar Hamalik. 1992. Administrasi dan Supervisi Pengembangan Kurikulum. Bandung: Mandar Maju.

Puji Lestari. 2005. Peranan Bagian Kerohanian Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta Dalam Dakwah Islamiyah di Kalangan Karyawan: Ditinjau dari Aspek Komunikasi Kelompok, Skripsi, UIN Sunan Kalijaga: Fakultas Dakwah.

Suharsimi Arikunto. 1988. Pengelolaan Kelas dan Siswa. Jakarta: CV. Rajawali.

Syaifudin. 2002. Kecerdasan Spiritual Mengapa SQ Lebih Penting daripada IQ dan EQ. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Suryosubroto. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Tim Penyusun Kamus Pusat dan Pengembangan Bahasa. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Toto Tasmara. 2003. Kecerdasan Rohaniah Transcedental Intelegensi. Jakarta: Gema Insani Press.

Zakiah Daradjat. 2003. Pola Pembinaan Mahasisiwa IAIN. Jakarta: Depag RI.




DOI: https://doi.org/10.61689/inspirasi.v1i2.10

Article Metrics

Abstract view : 1899 times
PDF - 891 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.